Falisa's Story

freak myself out, cherry blossom girl...

      The Royal Kingdom

      Snowblithe

      The Highest King

      Bara Anggara

      The Sweetest Queen

      Caca Falisa

      Cherry-Wolf

      Blue Red

Saturday, November 14, 2009

Suara hati kekasihku

Posted by falisa |

Ketika cinta itu datang kita tak tahu mengapa dan bagaimana
Ketika cinta merasuk kita akan mencoba hal hal yang sebelumnya kita takuti
Ketika cinta mulai melekat tantangan menjadi halal asalkan atas nama cinta
Ketika cinta…. Datang
Aku tak ingin dia pergi, ingin selalu memeluknya dan melihat wajah tidurnya yang polos…. Menjaga agar dia tetap nyaman dan hangat.. sambil membisikkan I love you secara perlahan.
Ketika cinta dalam pelukan, aku tak ingin dia hilang. Dia pegangan hidupku.. penentu arah di langkahku. Mendoakanku tak putus setiap waktu…merengek ketika kita ingin dimanja
Cinta, aku bngung ketika kau diam. Aku takut ketika kau marah.. aku cemburu jika kau tak bersamaku… sedetik..

Cinta itu FALISA bagiku Falisa lah cintaku
Aku tak mau ia marah, aku tak mau ia diam
Yang paling penting aku tak mau dia melepas cintanya dariku.



Senang sewaktu ia benar benar ku jaga.
Tak kualihkan sedikitpun pandangan darinya
Aku ingin menjaganya dengan kedua tanganku.
Tak rela rasanya jika orang lain bersamanya…
Ia milikku seorang seseorang yang special.
Hanya kepadanya kujatuhkan seluruh hati, kucurahkan semua cinta… kepadanya janji bisa terucap.


Tuhan jika kau memberiku 1 permntaan ijinkan aku membahagiakan dia dengan kedua tanganku sendiri.
Jadikan aku makhlukmu yang kuat, sehingga bisa menjaganya. Dan ijinkan aku dicintai pula olehnya. Dialah semangathidup bagiku.
Namun bila tak ad kesempatan meminta bagiku akan kutempuh banyak cara untuk membuatnya terjadi. Maaf Tuhan namun dia wanita yang benar benar aku cintai.. satuu satunya selama ini dimana aku mempercayakan semua yang kumiliki. Cuma kepadanya kukandung kasih yang teramat dalam…

TUHAN aku cinta falisa………

Friday, September 18, 2009

Shadow Knight...!!!

Posted by falisa |


Aku belum mengerti tujuan sebenarnya teriakan sumbang yang memenuhi antero “SNOWBLITHE” dimana sekarang ini aku bertahta. Mungkinkah setelah pangeran kegelapan menculikku, hingga aku kembali dalam tahtaku kini, selama ini aku tak tahu ada penghuni lain di Snowblithe. Adakah yang telah mengintai, menyelundup, sedikit mengambil alih kekuasaanku. Shadow Knight!!! Entah, baru saja aku mendengar gemersik di sekitarku. Lonceng-lonceg pertanda berbunyi meramaii kerajaanku. Akankah penjarahan terjadi lagi? Bukankan Shadow seharusnya bersama Pangeran Kegelapan saat ini?

The Highest King of Snowblithe disini masih melindungiku dalam lingkaran lingkaran kebesarannya. Dan aku pun menghangatkan suasana dengan menebar serbuk perak kerlipan bintang. Aku meyakinkan diriku. Dia Rajaku. Ah, suara ini semakin memekakkan telinga ketika aku mencoba meyakinkan diriku. Ataukah ini hanya perasaanku? Aku pergi ke tempat tertinggi di kerajaanku. Merasakan sentuhan bayu yang menerpa halus tubuh lemahku, selembut dahulu. Aku layu. Aku semakin layu. Ketika kelayuanku mencapai masa kritisnya, aku semakin tak kuasa. Shadow knight menjarah lagi. Aku melihatnya berkeliaran di hutan pinus berkendara kuda bermata merah. Ia semakin cepat dan… ah,,,!!! Sekelebat sinar hampir membutakan mataku. Di mana Rajaku? Dimana ia? Tak pedulikan lagi dengan keadaanku? Apakah dia tak mengerti? Ahhh!!!! Sinar ini datang lagi!!!! Aku… aku… Aaarrrgggghhh!!!

The Highest King of Snowblithe datang, menemukanku terkapar tak berdaya. Aku hampir meninggalkan Snowblithe. Kemudian bersama redupnya cahaya bulan yang tersamar aku bercengkrama. Bagaimana bias Shadow knight masuk dalam kerajaan kita? Ia diam. Ia harus pergi!!! Ataukah sang Raja masing menginginkannya hadir di sini, meski hanya diam menghuni hutan pinus liar? Meresahkan. Ah, tidak!!! Ini kerajaanku. Tak sembarang orang bisa memasukinya sebebas itu. Mengganggu ketentraman snowblithian. Dia harus pergi!!! Gemerincing lonceng semakin kuat dan liar membahna dalam langit yang bisu. Aku melihat langit luar kastilku, dimana sekarang ini aku berdiri. Sang Raja memihakku, Ratunya. Mengibarkan bendera perang melawan Shadow Knight..

Petir menyambar tak tentu arah, gerumulan awan hitam pun menutupi langitku. Kemarahan shadow knight!!! Kami tak gentar, perisai cinta masih milik kami dan perisai ini akan melindungi siapapun yang masih memiliki satuan asa. Bluewolf masih terpenjara dengan tenang. The Highest King belum benar-benar membutuhkannya. Dia bisa mengendalikan Bluewolf sekarang dan pada saatnya nanti, bluewolf akan dating. Sebenarnya tak rela. Karma jiwanya akan tercabik ketika ia kembali menjadi bluewolf. Tapi bagaimanapun juga semua telah bermula. Entah sampai kapan akan berakhir. Dan semoga tak berakhir dengan Bangkitnya Bluewolf.

Thursday, September 17, 2009

SNOWBLITHE

Posted by falisa |

Aku kangen hidup tenang damai bahagia di snowblithe

The Dark Prince hitam masih mengawasiku. Meracuni ingatanku tentang Snowblithe dan Bluewolf. Aku... aku... aku rindu!!! Tapi racun itu selalu mengubah pikiranku. Membalikkan fakta yang diteriakkan hatiku. Aku sakit, aku tak kuasa. Ketika kerinduanku tak terbendung, meronta aku ingin melarikan diri dari kerajaan yang sama sekali tak ku kenal. Di dalamnya terdapat banyak kepalsuan. Selama apapun aku tinggal, aku tak pernah merasa nyaman di kerajaan yang selalu mengekangku itu.
Sungguh, kurindukan Bluewolf. Hari itu the Dark Prince mengajakku berkeliling di kerajaannya. Dengan hari gusar aku menerima tawarannya. Sebenarnya kontak hatiku dengan Bluewolf masih terikat kuat. Aku merasa bluewolf ada di dekatku. Semakin jauh aku meninggalkan kerajaan pangeran kegelapan, semakin kuat hatiku menggetarkan nada-nada rindu.BLUEWOLF... Di manakah hadirmu? Adakah ku masih dihatimu?
Kenapa aku semakin merasa dekat? Mengapa jiwa ini begitu kuat ingin melepaskan diri dari dekapan. Aku ingin lepas, mencari Snowblithe dan Bluewolf. Tapi hipnotisnya sesalu menekan keinginanku. Ah, BLUEWOLF, aku hanya bisa mengharapkan kedatanganmu. Akankah kau ‘kan menyelamatkanku?
Aku melihat bluewolf di balik semak rerimbun. Seketika itu hipnotis yang selama ini meracuni pikiranku, lenyap...

Untuk mama

Posted by falisa |

Hatiku rindu meneriakkan tanyaku.mengarungi langit fajar, mencari bulir-bulir kesalahan. Kutanyakan pada kaca benggala, “Di mana letak salahku, hingga semua menjauh dariku?”. Diam, bisu tak bersua. Sakitku ini terlunta-lunta meronta. Menyaksikan kebisuan yang semakin menjadi teramat sangat kemudian senyap. Merangkak aku ke bukit tinggi, mencari, di manakah batu merah yang mengganjal nurani.
Mutiara air berkilauan yang menjatuhkan diri kepangkuanku, tak menyejukkan hati gersangku, sama sekali. Kulihat kupu-kupu pun termangu menyaksikan keterpurukanku. Kuhirup hembusan angin yang dinginnya menyayat hati luka. Aku tlah merindu akan berpisahnya ujung dan pusat syarafku. Aku menginginkan jiwaku terlepas bebas mengarungi arus waktu.
Yang kuharapkan kehadirannya tak kunjung sedikitpun. Aku menanti hingga aku sangsi terhadap kebahagiaanku. Akankah ia kembali? Seketika itu, sayup kudengar langkah kaki menjejakkan diri di balikpintu kamarku. Aku rindu senyumnya. Meski getir, setidaknya mampu membawa sejuk hatiku.
Rinduku berarak keluar diantara waktu. Menderu deru manyesakkan hati sendu. Sekejap terlintas bayang senyumnya. Menyudutkan aku dalam jeruji jeruji imaji.
Kulihat wajah seorang yang selalu menentramkan jiwaku, menenangkan resahku. Mengalir urat- urat kebencian terhadapku. Wajah teduh yang selalu membuatku tersenyum, kini teduhnya membuatku menangis meraung. Eraman hatiku semakin menjadi. Ingin kucuri hatinya kembali, hingga aku teduh terlelap dalam kasih sayangnya.

Subscribe